Macam-macam diet pasca bedah pdf

Puasa panjang dengan mengistirahatkan saluran pencernaan diperlukan asupan nutrisi yang memadai. Biasanya rapi dan sering idak tampak.

Penyakit lain, misalnya seperti diabetes melitus dan ginjal, dapat memperlambat proses penyembuhan luka. Luka nonmekanik, terdiri atas luka akibat zat kimia, termik, radiasi, atau sengatan listrik. Penggunaan baju seragam bedah. Demam meningkatkan kebutuhan energy, sedangkan luka dan pendarahan meningkatkan kebutuhan protein, zat besi, dan vitamin C.

Salah satunya mengenai penyakit, patofisiologi, manifestasi klinis hingga bagaimana menangani masalah. Pascabedah Besar: Manajemen luka meliputi perawatan luka sampai dengan pengangkatan jahitan.

Diet Pada Tindakan Bedah

Tahan napas 3 detik. Hal itu dilakukan dengan berprinsip bahwa semua baju dari luar harus diganti dengan baju bedah yang steril, atau baju harus dimasukkan ke dalam celana atau harus menutupi pinggang untuk mengurangi menyebarnya bakteri, serta gunakan tutup kepala, masker, sarung tangan, dan celemek steril.

Makanan cair jernih adalah makanan yang disajikan dalam bentuk cairan jernih pada suhu ruang dengan kandungan sisa residu minimal dan tembus pandang bila diletakkan dalam wadah bening. Nyeri biasanya sangat dirasakan pasien, diperlukan intervensi keperawatan yang tepat juga kolaborasi dengan medi terkait dengan agen pemblok nyerinya.

Hari kelima: Selama periode ini proses asuhan diarahkan pada menstabilkan kondisi pasien pada keadaan equlibrium fisiologis pasien, menghilangkan nyeri dan pencegahan komplikasi.

Peran Keluarga Pada Perawatan Pasien Pasca Bedah

Tujuan diet makanan cair jernih adalah untuk: Dibutuhkan sekitar 50 gram protein ditambah kalori kalori non protein. Memperbaiki ketidakseimbangan elektrolit dan cairan 4. Sterilisasi mekanis usus: Sterilisasi alat bedah: Anestesia regional, dilakukan pada pasien yang masih dalam keadaan sadar untuk meniadakan proses konduktivitas pada ujung atau serabut saraf sensoris di bagian tubuh tertentu, sehingga dapat menyebabkan adanya hilang rasa pada daerah tubuh tersebut.

Karena makanan ini kurang serat dan vitamin C, maka sebaiknya diberikan untuk jangka waktu pendek, yaitu selama hari saja. Mengganti kehilangan protein, glikogen, zat besi, dan zat gizi lain 3.

Mempertahankan aktivitas dengan latihan yang memperkuat otot sebelum ambulatori. Pada umumnya, metode pemberiannya adalah dengan inhalasi dan intravena.

Sering ditandai dengan kenaikan suhu tubuh demamtakikardia, dan rasa nyeri pada daerah luka. Obat yang sering digunakan adalah sulfas atropine yang bisa diberikan intramuscular maupun intravena. Contoh nabati yaitu tempe, tahu, kacang-kacangan dll. Pasien akan diberikan obat- obatan pre medikasi untuk memberikan kesempatan pasien mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

Selain itu vitamin C punya peranan penting untuk mencegah terjadinya infeksi dan perdarahan luka. Makanan saring diberikan kepada pasien sesudah mengalami operasi tertentu, pada infeksi akut termasuk infeksi saluran cerna, serta kepada pasien dengan kesulitan mengunyah dan menelan, atau sebagai perpindahan dari makanan cair ke makanan lunak.

Pelaksanaan anestesia. Penggunaan jangka panjang minyak mineral dapat mengurangi karena menganggu penyerapan beberapa mineral dan vitamin. Rehabilitasi, diperlukan oleh pasien untuk memulihkan kondisi pasien kembali.Pdf dateien bearbeiten kostenlos download.

Diet Pra Pasca Bedah - Download as Powerpoint Presentation .ppt), PDF File .pdf), Text File .txt) or view presentation slides online. bedah. Sedangkan tujuan dari diet pasca bedah ialah untuk mengupayakan agar status gizi pasien segera kembali normal untuk mempercepat proses penyembuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh pasien dengan cara memberikan kebutuhan dasar (cairan, energi, protein),menggantikan kehilangan protein, glikogen, zat besi, dan gizi lain, dan memperbaiki ketidakseimbangan elektrolit dan cairan.

Kesimpulan: penatalaksanaan diet pada pasien pasca apendektomi di bangsal khusus bedah Bugenvil RSUD Sleman tahun berupa pemberian nutrisi melalui peroral, dengan jenis diet pasca bedah I, III, IV, dan makanan berupa nasi biasa, bubur biasa, dan bubur saring.

Diet pasca bedah II diberikan kepada pasien pasca bedah besar saluran cerna atau sebagai perpindahan dari Diet Pasca Bedah I.

Diet pasca bedah III (DPB III) Diet pasca bedah III ini diberikan kepada pasien pasca bedah mayor saluran cerna atau sebagai perpindahan dari Diet Pasca Bedah II. Diet Pasca-Bedah adalah makanan yang diberikan kepada pasien setelah menjalani pembedahan.

Pengaturan makanan sesudah pembedahan tergantung pada macam pembedahan dan jenis penyakit penyerta. Penatalaksanaan nutrisi pada pasien pasca-bedah sering dilupakan.

Macam-macam diet pasca bedah pdf
Rated 0/5 based on 96 review